Kemendiktisaintek dan LPDP Hadirkan Program SATRIA 2026–2027 untuk Mendorong Inovasi Pembelajaran di Perguruan Tinggi
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menghadirkan Program Saintek Riset Pembelajaran Transformatif (SATRIA) Tahun 2026–2027. Program ini merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi melalui pengembangan riset dan inovasi pembelajaran yang adaptif, relevan, serta berorientasi pada kebutuhan masa depan.
Program SATRIA dirancang untuk memberikan kesempatan kepada dosen di berbagai perguruan tinggi dalam mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaran transformatif berbasis penelitian. Pendekatan ini menekankan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, refleksi, kreativitas, serta perubahan pola pikir dan perilaku mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan nyata.
Melalui program tersebut, pemerintah memberikan dukungan pendanaan penelitian hingga Rp200 juta untuk setiap proposal yang lolos seleksi. Bantuan pendanaan ini diharapkan mampu mendorong dosen untuk menghasilkan inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Pelaksanaan Program SATRIA berfokus pada pengembangan model pembelajaran transformatif dalam satu mata kuliah melalui tahapan perencanaan, implementasi, evaluasi, dan pelaporan. Adapun luaran yang ditargetkan meliputi publikasi artikel ilmiah pada jurnal bereputasi, penerbitan buku model pembelajaran ber-ISBN, pengembangan perangkat pembelajaran, video dokumentasi implementasi, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta laporan hasil penelitian.
Sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan program, Kemendiktisaintek menyelenggarakan kegiatan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada perguruan tinggi dan dosen mengenai ketentuan pengusulan, persyaratan administrasi, sistematika penyusunan proposal, mekanisme pendanaan, kriteria penilaian, serta jadwal pelaksanaan kegiatan.
Berdasarkan jadwal yang disampaikan dalam sosialisasi, batas akhir pengajuan proposal ditetapkan pada 17 November 2026 pukul 17.00 WIB melalui laman resmi https://sspt.kemdiktisaintek.go.id. Oleh karena itu, dosen yang berminat diharapkan dapat mempersiapkan dokumen pengusulan sesuai dengan pedoman dan ketentuan yang berlaku.
Kehadiran Program SATRIA menjadi peluang strategis bagi sivitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), khususnya para dosen, untuk mengembangkan inovasi pembelajaran melalui kegiatan penelitian yang terarah dan terukur. Program ini juga sejalan dengan komitmen Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA dalam mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas penelitian dosen.
Materi Sosialisasi dan Dokumen Pendukung
Dalam rangka mempermudah dosen dalam memahami mekanisme pelaksanaan serta mempersiapkan proposal penelitian, tersedia sejumlah dokumen pendukung Program SATRIA 2026–2027 yang dapat diakses melalui tautan berikut:
- Materi Sosialisasi Pendanaan Riset Pembelajaran Transformatif
https://drive.google.com/file/d/1Qf9GvqWrOvPAY2DTJt0e_WJ9jon8qLsg/view - Materi Pembelajaran Transformatif
https://drive.google.com/file/d/1gjQwtWigDnj_jWtQ5-GuaxcWljtU6rMk/view - Materi Paparan Juknis SATRIA 2026-2027
https://drive.google.com/file/d/1Ii3SW7DVofKk5hYglipVLpCs2xaLy8py/view - Materi Panduan Penggunaan Fitur Usulan Banpem oleh Dosen Perguruan Tinggi
https://drive.google.com/file/d/1oOXEkNgF4ToChL79PDcmvJbCDq7zstbp/view
Selain materi dan dokumen pendukung tersebut, dosen juga dapat menyaksikan kembali rekaman kegiatan sosialisasi, termasuk pemaparan narasumber dan sesi tanya jawab mengenai teknis pelaksanaan program, melalui tautan YouTube berikut:
Tayangan Ulang Sosialisasi Program SATRIA 2026–2027
https://www.youtube.com/watch?v=U92uhup8VLw
LPPM UNUSIDA mengajak seluruh dosen untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan mempersiapkan proposal penelitian yang inovatif, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan pembelajaran di perguruan tinggi. Melalui partisipasi aktif dalam Program SATRIA 2026–2027, diharapkan dapat terwujud inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa, memperkuat budaya riset, serta memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan tinggi yang berkelanjutan.


